Selasa, Januari 21

Wajah Garang Bergiwang


Malam itu, niatnya kakakku sih membuat bros dari bahan batu sintesis yg terlihat bagai kristal. Beberapa menit ia berkutat dengan tank, kawat dan ring-ring kecil, akhirnya jadilah aksesoris berjuntai-juntai seperti anting.

Karena benar-benar mirip anting, aku mencoba mengenakan aksesoris tersebut ke cuping kiriku. Dengan hati-hati aku masukan kawat aksesoris tersebut ke tindikan lamaku yang mulai tersumbat. Dan akhirnya, aksesoris itu tersemat manis di cupingku.



Tapi, bukannya mendapat pujian. Aku malah ditertawakan. :'(

"Yah, si kakak mirip banci," kata adikku sambil melentikkan tangannya. Gedubraaak...!!! Wadduuh, muka manis gini mirip banci Taman Lawang. TIDAAAAAAK!!!

"Coba aja ngaca sana, " suruhnya.
Aku berjalan ke kamar setengah semangat, setengah malu. Aku tatap lamat-lamat wajah di depanku.

"Hahaha, Whaaat. Ga pantes banget," Aku mencoba mengikat rambut pendekku, berpose manis di depan cermin. Tapi, tetap enggak ada manis-manisnya. Aku menyerah. Kubuka aksesoris di telingaku dengan pasrah.

"Wajah kakak tu, wajah garang. Wajah garang mana cocok bergiwang," timpal adikku.
Huuufh, Wajah garang ini memang tak pantas tersemat giwang... :'(

Tapi, wajah garang ini akan tetap manis terbalut hijab :D Hehe...

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...